Perjalanan Pendidikan Nasional

Menurut Ki Hadjar Dewantara Pendidikan merupakan tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. Pendidikan di Indonesia sudah mengalami banya perubahan, baik dari segi perkembangan, pembelajaran, hingga kurikulum yang digunakan. Pendidikan di Indonesia sudah ada sejak sebelum kemerdekaan.

Pendidikan pra kolonial atau pendidikan pada masa kerajaan. Pendidikan ini dimulai pada abad 7 M – 16 M, pada masa ini pendidikan hanya difokuskan pada pelajaran agama ( hindu, budha, islam) yang diajarkan oleh wali brahmana maupun kyai. Kemudian pada masa pendidikan kolonial atau pada masa penjajahan. Seperti yang kita tahu indonesia pada saat itu dijajah oleh bangsa eropa. Penjajahan dimulai pada masa penjajahan portugis pada tahun 1536 dengan berdirrinya seminari di ternate yaitu sekolah agama bagi anak orang terkemuka, pada saat itu pelajaran yang diberikan berupa pelajaran agama, baca tulis dan menghitung.

Pendidikan pasca kemerdekaan yang tertuang dalam Undang-undang pokok pendidikan dan pengajaran nomor 4 tahun 1960. Pada saat itu semua kegiatan pembelajaran berdasarkan kurikulum yang ditetapkan pemerintah indonesia. Kemudian pada saat ini pendidikan menggunakan kurikulum merdeka dengan menerapkan profil pelajar pancasila yaitu berakhlak mulia, berkebhinekaan global, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis, dan kreatif. Untuk mewujudkan peserta didik yang menerapkan profil pelajar pancasila, maka diperlukan guru yang profesional dan mempunyai kepribadian sesuai pelajar pancasila.Ki Hadjar Dewantara memiliki pemikiran bahwa pendidikan disandarkan pada penciptaan jiwa merdeka, cakap, berguna. bagi masyarakat. merdeka baik secara fisik, mental, dan kerohanian Hal ini sangat sejalan dengan kurikulum sekarang.

Komentar